ANALISIS SISTEM
INFORMASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR PADA PT. GUDANG GARAM Tbk
DOSEN PENGAJAR :
DISUSUN OLEH :
Yulyanah (4114053)
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM JOMBANG
TAHUN AKADEMIK
2017
KATA
PENGANTAR
Puji dan Syukur kami
panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan
Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini. Salawat dan salam
dihaturkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW atas perjuangan beliau kita
dapat menikmati pencerahan iman dan islam dalam mengarungi samudera kehidupan
ini. Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai “Analisis PT D.JARUM” dalam
rangka memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Eksekutif.
Makalah ini telah dibuat
berdasarkan hasil diskusi kami. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih
banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami
mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun
kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan
makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat bagi kita semua.
Jombang, 26 Januari 2017
Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
PT. Djarum adalah perusahaan rokok nasional
Indonesia, yang berdiri di kota kudus sejak tahun 1951 sampai saat ini.
Indonesia memiliki jumlah perokok
terbesar ketiga di dunia sebesar 65 juta perokok. Namun, sampai sekarang
produknya masih dianggap kontroversial, karena rokok dianggap sebagai produk
pembunuh.
Hal ini sesuai dengan tagline
resmi dari pemerintah untuk setiap produk rokok yakni “Merokok
Membunuhmu” Indonesi menempati urutan ke -7 terbesar jumlah kematian yang
disebabkan oleh kanker (188.100 orang) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan
Republik Indonesia (BPOM RI) menyatakan 90% kanker disebabkan oleh rokok. baik
perokok pasif maupun aktif. Tahun 2009 Perusahaan rokok dianggap sebagai
“bad guy”oleh Altria Group, sehingga
penjualan produk rokok di Amerika serikat menurun 8%.
Fenomena degradasi tersebut berujung pada kondisi terancamnya eksistensi perusahaan
rokok.
Kondisi tersebut yang menjadikan PT. Djarum berusaha
menangani
degradasi
Opini Public masyarakat dengan membentuk Brand Image PT. Djarum, dengan
berusaha menjadikan perusahaan pembunuh jadi penyelamat. Yakni megubah citra
dan eksistensi perusahaan yang memiliki produk yang bersifat membunuh menjadi
penyelamat dengan berbagai kegiatan menarik dan bermanfaat untuk masyarakat.
Tujuan tersebut merupakan suatu bentuk Long Term Profit, yakni terjaganya citra dan nama baik
perusahaan dalam jangka waktu yang lama.
Dengan tercapainya Long Term
Profit dapat dipastikan eksistensi
perusahaan akan terpelihara. Citra dan nama baik perusahaan dimata Stakeholder
akan membentuk reputasi dimata publik.
Corporate social responsibility (CSR) merupakan
cara yang ditempuh oleh perusahaan untuk membangun citra dan nama baik
perusahaan dimata masyarakat. Jadi
Corporate social responsibility
(CSR) adalah serangkaian bentuk
kegiatan mensejahterakan masyarakat yang memiliki komponen penting bagi
eksistensi jangka panjang perusahaan, karena menunjukan wajah bisnis sebenarnya
pada masyarakat luas terutama masyarakat lokal di sekitar lokasi bisnis mereka.
Corporate social responsibility (CSR) telah diatur dalam Undang-undang No. 40
tahun 2007 mengenai kewajiban setiap perusahaan untuk memberikan CSR.
PT.
Djarum dengan konsisten
menjalankan 5 program CSR sejak tahun 1951 diberbagai bidang yang berbeda. Dimulai
djarum bakti Sosial pada tahun 1951, setelah itu dilanjutkan djarum bakti
olahraga dibidang buluh tangkis tahun 1969, djarum bakti lingkungan pada tahun
1979, djarum bakti budaya pada tahun 1992 dan djarum bakti pendidikan. Salah
satu program Corporate social
responsibility (CSR) Djarum dibidang pendidikan dimulai pada tahun 1984. Akan
tetapi, data dokumen menunjukan Djarum Beasiswa Plus ini baru dikerjakan lebih
serius sejak tahun 2000-an.
Keseriusan program CSR Djarum Beasiswa Plus terefleksikan dari mulai
adanya iklan beswan djarum di televisi yang kemudian mempopulerkan jingle
beswan djarum. Selain itu terdapat iklan-iklan beswan djarum yang mulai
terpampang di media cetak sejak periode tersebut. pemberian beasiswa djarum pun
lebih terstruktur, rapi dan berkeinambungan sejak dekade 2000-an. Para calon
penerima beasiswa djarum tersebut diseleksi secara ketat dan harus memenuhi
persyaratan IQ dan EQ sehingga mereka memiliki kecerdasan emosional dalam
proses meraih prestasi. Selain mendapat bantuan biaya
pendidikan, para penerima beasiswa Djarum
(Beswan Djarum) juga diberikan
pelatihan Softskill sebagai bekal pengalaman dimasa mendatang, sehingga
menjadi pemimpin bangsa. Hal ini dipertegas dengan istilah “plus” dalam tagline
Djarum Beasiswa Plus. Program yang diberikan
yaitu dengan kegiatan Nation
building, Character building, Leadership Development, Competition Challenge,
Community Empowerment, International Exposure, dan Open Required. Berbagai
kegiatan Inilah yang membedakan beasiswa Djarum dengan beasiswa-beasiswa
lainnya beasiswa lain, baik dari institusi maupun perusahaan. Sehingga
pembentukan
image
PT. Djarum dimata
Stakeholder kalangan akademik
dapat terlaksana dengan baik. Menjadi sebuah asumsi yang menarik bagi peneliti,
bahwa terdapat sebuah strategi PT. Djarum dalam mengemas CSR Djarum Beasiswa
plus. Sehingga mampu membentuk brand positioning dimata public khususnya dimata
mahasiswa diseluruh Indonesia yang telah tergabung di program tersebut. Konsep
berbeda dari strategi implementasi CSR Djarum Beasiswa plus ini juga terlihat
dari sasaran utamanya yakni mahasiswa S1 berprestasi yang memiliki keunggulan
diberbagai bidang yang berbeda.
Beasiswa ini hanya diberikan selama 1 tahun,
sehingga setiap periode mahasiswa yang berprestasi yang terpilih dapat
merasakan beasiswa ini. Dari sinilah terindikasi sebuah maksud terselip, karena
PT. Djarum membidik setiap generasi muda berprestasi setiap tahunya. Agar
terbentuk calon generasi penerus Bangsa atau calon pemimpin bangsa yang
berprestasi dan Pro dengan PT. Djarum. Karena pada kegiatan “Nation building”
yang digalang Djarum Beasiswa Plus terhadap pengenalan jalanya proses produksi
rokok djarum yang ada dikudus.
Industri pengolahan rokok disana masih
dikerjakan secara manual, tanpa menggunakan mesin. Jadi mampu memperkerjakan
masyarakat didaerah kudus. Berbeda dengan perusahaan rokok lainya yang
menggunakan mesin, sehingga kurang memanfaatkan Sumber Daya Manusia.
Dalam semua kegiatannya, djarum juga berusaha
lebih mendekatkan diri dengan para individu yang menjadi peserta. Sebagai
contoh, dalam Program Djarum Bakti Pendidikan, para peserta diajak untuk
mengunjungi berbagai tempat di kota Kudus, pusat industri PT. Djarum berada.
Para peserta mendapat kesempatan untuk mengunjungi berbagai tempat terutama
pabrik PT. Djarum. Selain itu juga dikenalkan tempat pengelolaan limbah
produksi rokok PT. Djarum yang benar benar ramah lingkungan, karena dilokasi
pabrik ditanami
pohon Trembesi yang bisa menyerap Karbon dioksida. Selain itu limbah cair yang
dibuang ke lingkungan benar benar 100% bersih karena bisa dihidupi ikan.
Jadi di
ketahui kalau perusahaan
PT. Djarum merupakan “Sosial Responsibility Bussines”. Jadi difikiran
Beswan Djarum (sebutan penerima beasiswa djarum) sudah dikonstruk bahwa PT. Djarum
merupakan perusahaan yang ramah lingkungan dan harus dipertahankan, karena
menjadi lapangan pekerjaan bagi masyarakat indonesia, khusunya yang domisili di
kota kudus.
Dukungan Pemerintah terhadap CSR Djarum
Beasiswa Plus diungkapkan oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu
Nuryanti. Ia menyatakan selama tujuan dari beasiswa tersebut untuk mencerdaskan
anak bangsa, pemerintah akan terus mendukung program tersebut. Lebih lanjut,
Wiendu Nuryati mengungkapkan pemerintah tidak dapat melarang program beasiswa
tersebut. Sebenarnya pemerintah sudah mengalokasikan dana untuk kebutuhan
beasiswa bagi masyarakat, namun tidak menutup kesempatan para perusahaan untuk
ikut membuka program beasiswa. Beliau juga mengungkapkan bahwa masyarakat saat
ini telah lebih selektif dan cermat, begitu pula dalam pemilihan beasiswa.
Bagi mahasiswa, beasiswa yang diberikan oleh
perusahaan rokok ini memang cukup membantu, baik secara finansial maupun
pengembangan potensi diri yang turut diberikan pada program beasiswa ini.
Mahasiswa tentu memiliki tanggung jawab pada ilmu yang telah diperolehnya,
dengan mengaplikasikannya di masyarakat tidak terkecuali mereka yang menerima
beasiswa dari perusahaan rokok. Dalam hal ini terjadi suatu pertentangan, di
satu sisi seorang mahasiswa harus mengabdikan ilmunya bagi masyarakat, namun di
sisi lain ia juga membawa nama perusahaan rokok.
Sejumlah kalangan menilai beasiswa tersebut
sekadar ajang promosi perusahaan rokok untuk menaikkan citra positif di
masyarakat. Manajer Program Advokasi Iklan Rokok Komnas Perlindungan Anak Linda
Sundari berpendapat bahwa bentuk-bentuk CSR ini sebenarnya hanya membangun image seolah-olah rokok itu bukan produk yang
berbahaya, sehingga kita seolah lupa akan bahaya merokok bagi kesehatan. Dengan kata lain, Linda
Sundari menarik kesimpulan bahwa kegiatan CSR yang diselenggarakan oleh
perusahaan rokok hanyalah sebuah pengelabuan citra.
Kondisi tersebut menjadi sebuah prestasi bagi
PT. Djarum karena mampu melakukan pengelabuhan citra melalui CSR program Djarum
Beasiswa Plus. Sehinga Brand Image Djarum bakti pendidikan dan djarum pembunuh
jadi penyelamat terlaksana dengan maksimal. Berdasarkan fenomena di atas, maka
peneliti tertarik untuk mengangkat fenomena mengenai strategi implementasi
Program CSR Djarum Beasiswa Plus untuk membentuk Brand Image PT. Djarum sebagai
produsen dimata Stakeholder Eksternal, yakni Mahasiswa dan public luas. Selain
itu Hal ini menjadi menarik untuk dikaji karena bidang pendidikan dapat
dikatakan tidak memiliki korelasi dengan produk rokok, bahkan bertentangan satu
sama lain.
1.2 Manfaat Penelitian
Adapun yang menjadi manfaat penelitian
adalah:
1.
Manfaat teoritis
penelitian ini berguna untuk
menambah pengetahuan dan memperluas wawasan mengenai Ilmu Komunikasi khususnya tentang Corporate social responsibility sebagai
bagian dari Public Relations.
2. Manfaat
praktis
a. Bagi penulis
a) Penelitian ini akan memperluas wawasan dan
pemahaman antara hasil kenyataan dalam praktek deng
an teori komunikasi yang
menjelaskan strategi implementasi
Corporate social responsibility
yang mampu membentuk Brand Image positif PT. Djarum.
b) Terpenuhinya salah satu syarat dalam
menyelesaikan Skripsi Program Studi Ilmu Komunikasi untuk meraih gelar Sarjana.
b. Bagi perusahaan PT. Djarum
Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi/masukan yang positif bagi praktisi public relation PT. Djarum dalam strategi implementasi
Corporate social responsibility khususnya program Djarum Beasiswa Plus.
c. Bagi akademisi
Penelitian ini akan mencoba memberikan kontribusi berupa pemikiran dan
temuan temuan empiric mengenai strategi perusahaan. Khususnya dalam
hal implementasi Corporate social responsibility untuk membentuk Brand
Image perusahaan dimata publik, sehingga nantinya diharapkan dapat
dijadikan refrensi bagi peneliti lain dalam melakukan penelitian sejenis.
1.3 Kajian Penelitian Terdahulu
Tidak
dapat dipungkiri adanya kenyataan bahwa ada karya penelitian, baik berupa buku,
jurnal, skripsi, majalah, maupun hasil penelitian lain yang berbentuk karya
tulis yang membahas usaha peningkatan citra sebuah perusahaan melalui program
CSR yang telah dihasilkan oleh para akedemi, pemerhati intelektual maupun
praktisi yang mempunyai spesifikasi keilmuan dalam bidang ilmu komunikasi,
namun sampai saat ini, baru penelitian saya yang menggunakan judul“CSR Djarum
Beasiswa Plus Sebagai Brand Image PT. Djarum”.
Tinjauan
pustaka dalam penelitian ini diasalkan pada penelitian dari Anofrida
Yenti,Elisa Monika Bangun Theresia Juwita E dan Faelasufa
Pada
penelitian Anofrida Yenti dan Elisa Monika Bangun bersifat kuantitatif yang
masing masing melihat pengaruh CSR yang berbentuk dimensi sosial dan dimensi
lingkungan terhadap citra perusahaan PT semen padang dan PT. Djarum.
Sedangkan thesis
Theresia Juwita E meneliti strategi CSR Djarum Foundation menggunakan resources
based theory untuk meningkatkan citra PT. Djarum agar mencapai keunggulan dan
mampu bersaing di industry rokok Indonesia. Sama halnya dengan penelitian dari
Elisa Monika Bangun yang fokus menghitung pengaruh penerapan Program Corporate social responsibility beasiswa djarum terhadap peningkatan citra
positif perusahaan pada mahasiswa USU Yogyakarta.
Sebuah penelitian menunjuakan bahwa
Implementasi Program Coorporate Sosial Responsibility Beasiswa Djarum berhasil meningkatkan citra positif Perusahaan PT.
Djarum. jadi CSR dan Brand Image
memiliki hubungan yang cukup berarti. Penelitian ini dilakukan terhadap
mahasiswa bahwa terdapat kolerasi positif pada peningkatan citra dari mahasiswa
terhadap PT. Djarum.
Dari penelitian ini keseluruhanya menggunakan
pendekatan kuantitatif untuk membuktikan pengaruh CSR sebuah perusahaan
terhadap peningkatan citra. Dan keselurhanya menghasilkan hasil yang positif
yakni ada pengaruh yang signifikan. Jadi melaui penelitian ini peneliti
tertarik untuk mengangkat strategi yang digunkan perusahaan dalam melaksanakan
program CSRnya sehingga dapat meningkatkan citra perusahaan dalam melaksanakan
tanggung jawab kemasyarakatanaya. Maka dari itu dalam penelitian ini sangat
berbeda karena memiliki spesifikasi yang jelas yang khas. dalam penelitian saya
adalah ingin membuktikan strategi yang digunakan pihak PT. Djarum dan motif PT.
Djarum dalam implementasi program CSR Djarum beasiswa plus sehingga bisa
meningkatkan citra PT. Djarum dimata
stakeholder akademisi Mahasiswa
dan public luas. Kesamaan dalam keempat penelian ini adalah sama-sama meneliti
CSR, dan Citra.
Sedangkan dengan penelitian dari Faelasufa
adalah memiliki perbedaan dalam hal objek dan subjeknya yakni Faelasufa
meneliti Djarum Foundation, jadi keseluruhan program CSR sedangkan dalam
penelitian saya lebih terfokuskan pada CSR djarumbeasiswaplus, sehingga bila
ingin dikaji lebih lanjut akan lebih mudah untuk dibuktikan.
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1.
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)
Corporate
social responsibility adalah sebuah
konsep dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian social dan lingkungan
dalam operasi bisnis dan dalam interaksi dengan para pemangku kepentingan
secara sukarela yang berikut semakin menyadarkan bahwa perilaku bertanggung
jawab mengarah pada keberhasilan bisnis yang berkelanjutan. CSR adalah tentang
mengelola perubahan ditingkat perubahan secara social bertanggung jawab yang
dapat dilihat dalam dua dimensi yang berbeda.
Istilah
Corporate social responsibility atau CSR mulai digunakan sejak tahun 1970an dan
semakin popular setelah kehadiran buku Cannibals With Forks karya John
Elkington. Menurut Philip Kotler dan Nancy Lee, Corporate social
responsibility adalah komitmen
perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis
yang baik dan mengkontribusikan sebagian sumber daya perusahaan.
Tanggung
jawab perusahaan dimulai dari keinginan perusahaan untuk dapat Sustainable
beroperasi lebih lama, mengikuti kemajuan yang ada dan terus bertahan
dalam bisnis selama beberapa decade.
Salah
satu definisi CSR Asia berbunyi “Corporate social responsibility adalah
komitmen perusahaan untuk beroperasi secara berkelanjutan berdasarkan prinsip
ekonomi, social dan longkungan serasa menyeimbangkan beragam kepentingan para
stakeholders”.
Definisi
CSR dalam penelitian ini adalah sebuah komitmet yang diberikan perusahaan untuk
masyarakat, berupa bantuan kesejahteraan masyrakat baik di bidang kesehatan,
pendidikan dan lingkungan agar bisa mempertahankan eksistensi perusahaan dimata
masyarakat, karena terbentuk citra positif dimata Stakeholder. Corporate social
responsibility PT. Djarum memiliki istilah sendiri untuk CSR yang dibangunya
yakni Djarum Foundation.Djarum Foundation merupakan bentuk konsistensi Bakti Pada Negeri, untuk
turut serta menjadi bagian membangun Negeri Indonesia yang bukan saja kuat
secara ekonominya tapi juga membanggakan dalam prestasi olahraga, prestasi
akademis, menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan budayanya demi
terwujudnya kualitas hidup Indonesia di masa depan yang lebih baik dan
bermartabat.
Kegiatan
CSR dalam Djarum Foundation ini diklasifiksikan
ke dalam beberapa jenis yakni: Bakti olah raga, Bakti lingkungan, Bakti
pendidikan, bakti budaya dan Pedui bencana alam. Semuanya dilakukan demi
kesejahteraan masyarakat dan demi dampak
jangka panjang yaitu terbentuknya citra positif perusahaan di mata masyarakat.
Salah
satu bentuk CSR yang menjadi objek dalam penelitian ini yakni program Djarum
Beasiswa Plus. Program ini merupakan salah satu rogram peningkatan
kesejahteraan mahasiswa agar lebih berprestasi dan mandiri sebagai komitmen perusahaan melalui praktik bisnis
yang baik dan mengkrotribusikan sebagian sumber daya perusahaan, berdasarkan prinsip ekonomi yakni dengan
memberikan sejumlah dana yang telah diperhitungkan dengan cermat dan prinsip social.
Selain itu juga memberi berbagai pelatihan softskill agar siap bila nantinya
diterjunkan didunia masyarakat.
Sehingga
dengan adanya CSR Djarum Beasiswa plus ini diharapkan masyarakat dan bangsa
mampu mewujudkan masa depan yang lebih
baik. Lebih dari itu, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan
menyangga eksistensi sebuah bangsa.
2.2.2 BRAND IMAGE
Brand
Image berasal dari kata
brand yakni merek, sedangkan image berasal dari istilah bahasa inggris
yang artinya citra, jadi citra adalah Menurut Bill Canton dalam Sukatendel
adalah: “kesan, perasaan, gambaran dari publik terhadap perusahaan: kesan yang
dengan sengaja diciptakan suatu obyek, orang atau organisasi”. Brand bukan sekedar logo atau nama perusahaan
Anda, melainkan image atau persepsi seseorang tentang produk atau perusahaan
Anda. Brand adalah kombinasi lengkap dari asosiasi yang orang bayangkan ketika
mendengar sebuah nama perusahaan atau produk.
Menurut
Fandy Tjiptono pengertian Brand Image
(citra merek) adalah “Deskripsi
tentang asosiasi dan keyakinan konsumen terhadap merek tertentu”.
Jadi Brand Image
(citra merek) adalah serangkaian deskripsi tentang asosiasi dan
keyakinan konsumen terhadap merek tertentu. Brand Image dari suatu produk yang
baik akan mendorong para calon pembeli untuk membeli produk tersebut daripada
membeli produk yang sama dengan merek lain. Karena itu penting bagi perusahaan
untuk memperhatikan perilaku pembelian mereka guna menentukan langkah yang
tepat untuk mengantisipasinya.
Definisi Brand Image dalam penelitian ini
merupakan sebuah usaha dari PT. Djarum untuk membangun keyakinan baik dari
stakeholder eksternal yakni mahasiswa dan masyarakat terhadap citra perusahaan tersebut melalui
program Djarum Beasiswa Plus. Sehigga hasilnya stakeholder berfikir bahawa
perusahaan yang menghasilkan produk pembunuh juga merupakan perusahaan yang
meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.
Jadi Brand Image
yang ingin diciptakan PT. Djarum melalui program CSR Djarum Beasiswa
Plus adalah citra bahwa PT. Djarum merupakan perusahaan yang bakti pada
pendidikan, perusahaan yang pro terhadap generasi penerus bangsa, walaupun
memiliki produk yang kontradiktif bersifat pembunuh, sehingga walaupun
Indonesia berusaha mengurangi penjualan rokok, namun keberadaan perusahaan
rokok tetap eksis ditengah masyarakat. sehingga jangka panjang PT. Djarum akan
tetap survive dalam produksi dan pemasaranya karena
dukungan penuh dari masyarakat.
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1 Metode
Penelitian
1. Pendekatan Dan Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini mengguakan pendekatan
Konstruktif, yakni Pendekatan ini memandang realitas sebagai konstruksi
individu-individu, kebenaran relaitas bersifat relative dan berlaku dalam
konteks dan waktu yang spesifik. Karena realitas hasil konstruksi individu,
maka realitas menjadi beragam.
Jadi Program Djarum Beasiswa Plus merupakan
hasil konstruksi perusahaan PT. Djarum untuk memberikan realitas dimata
masyarakat bahwa perusahaan ini peduli terhadap kesejahteraan pendidikan bangsa
Indonesia. namun setiap opini public memandang CSR PT. Djarum berbeda.
Jenis penelitian ini adalah Deskriptif
Kualitatif menitik beratkan pada observasi dan alamiyah, peneliti terjun
langsung kelapangan . bertindak sebagai pengamat. Ia membuat kategori pelaku,
mengamati gejala dan mengamati dalam buku observasi. Peneliti berupaya untuk
menggali informasi sebenarnya tentang motif dan tujuan dibentuknya Djarum
Beasiswa Plus yang memiliki konsep yang berbeda. Dan juga untuk mengetahui
Strategi proses implementasi CSR Djarum Beasiswa Plus sehingga bisa
membentuk Brand Image PT. Djarum dimata stakeholder eksternal.
Hasil penelitian ini nantinya akan
digeneralisasi menjadi strategi Djarum
Beasiswa Plus terhadap Stakeholder Akademik.
Penelitian deskriptif pada dasarnya merupakan jenis riset yang memiliki
tujuan utama untuk menggambarkan suatu strategi tersimpan dalam sebuah CSR
Djarum Beasiswa Plus. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar (dan bukan
angka-angka) yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumen
resmi lainnya. Dengan demikian penelitian ini akan menghasilkan sebuah gambaran
mengenai Sebuah strategi implementasi CSR program Djarum Beasiswa Plus dalam
membentuk Brand Image PT. Djarum.
2. Subjek,
Objek dan Lokasi Penelitan
Dalam penelitian ini,
peneliti akan menggunakan subjeknya yakni:
a. Penanggung jawab
Djarum Foundation.
Wawancara
akan dilakukan dengan penanggung jawab CSR PT. Djarum.
b.
Mahasiswa yang pernah memiliki keterkaitan dengan program Djarum Beasiswa
Plus.
Dalam
hal ini mahasiswa yang menjadi fokus penelitian yakni mahasiswa UIN Sunan Ampel
Surabaya dengan kriteria, yakni:
a) Mahasiswa yang
pernah mengikuti seleksi pendaftaran (Open Reqruitment) dalam program Djarum
Beasiswa Plus, namun tidak lolos
b) Mahasiswa yang sedang terdaftar
sebagai penerima beasiswa Djarum Beasiswa Plus periode 2013/2014.
Mahasiswa yang akan diwawancarai
masing masing sebanyak 5 orang disetiap kriteria, jadi yang menjadi sampling
narasumber adalah 10 orang, hal ini karena setiap periode mahasiswa yang lolos
menjadi beswan djarum adalah 5 orang.
Wawancara mendalam dengan narasumber dari
dilaksanakan untuk menggali image
perusahaan (yang merupakan persepsi terhadap corporate identity simbol,
communication dan behavior) dari PT. Djarum ketika pelaksanaan program Djarum
Beasiswa Plus.
Wawancara mendalam ini dilaksanakan karena
peneliti hendak menggali fakta secara medalam mengenai strategi PT. Djarum
sehingga mampu meningkatkan citra PT. Djarum dimata mahasiswa dari universitas
yang telah bekerjasama dengan CSR Djarum Beasiswa Plus.
Sedangkan yang menjadi objeknya yakni kajian
dari ilmu komunikasi khususnya makna usaha dan strategi peningkatan citra PT.
Djarum melalui CSR (Corporate social responsibility) program Djarum Beasiswa
Plus.
Penelitian ini akan dilakukan di kantor pusat
pemasaran PT. Djarum yakni di jalan kedungdoro no 34 surabaya. Hal ini karena
beberapa alasan, yakni:
a.
Kantor ini merupakan salah satu pusat pemasaran PT. Djarum selain yang
berada di semarang dan kudus yang juga sebagai regulasi jalanya program Djarum
Beasiswa Plus. Sehingga peneliti sangat mudah menjangkau dan sekali brangkat
kiranya bisa mendapatkan banyak informasi.
b.
Tempat berkumpulnya Beswan Djarum (Penerima Beasiswa Djarum). Hal ini
karena disana sengaja dibangun kantor untuk memfasilitasi penerima beasiswa,
sehingga image yang meliputi corporate identity simbol,
communication dan behavior dari PT. Djarum bisa langsung ditanyakan pada
mereka.
3. Jenis dan Sumber Data Untuk keakuratan data,
penelitian ini digali dari beberapa jenis dan sumber data, antara lain adalah:
a. Jenis
data
a) Data
primer (Primary Data)
Data primer adalah data yang diperoleh langsung
dari sumbernya, diamati dan dicatat untuk pertama kalinya.
Data primer yang diperoleh peneliti adalah data
mengenai Proses implementasi CSR Djarum Beasiswa Plus sebagai bentuk Brand Image
PT. Djarum yang bakti terhadap pendidikan. Beberapa diantaranya sebagai
berikut:
1) Strategi PT. Djarum dalam implementasi CSR
Djarum Beasiswa Plus untuk membentuk Brand Image dimata Public External.
2)
Strategi komunikasi CSR Djarum
Beasiswa Plus untuk Public External.
3)
Persepsi mahasiswa terhadap pogram Djarum Beasiswa Plus
b) Data
sekunder (secondary data)
Data
sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulanya oleh peneliti.
Data ini diperoleh melalui Studi kepustakaan dan Website, yaitu melakukan pengumpulan data dengan
membaca dan mempelajari beberapa literatur, materi-materi, laporan hasil
penelitian, jurnal-jurnal, dan sebagainya yang memiliki relevansi dengan
masalah yang diteliti. Data sekunder yang diperoleh peneliti dalam penelitian
ini yaitu:
1) Profil PT. Djarum
2) Awal mula diterapkan program CSR
3) Profil program CSR Djarum Beasiswa Plus
b.
Sumber data
Sumber
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a) Field Reseach teknik purposif sampling
Dalam hal ini merupakan informan, merupakan
orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi
latar penelitian. Adapun pemilihan informan ditentukan berdasarkan teknik
purposif sampling.
Teknik Purposif Sampling yakni berdasarkan
pertimbangan yang erat kaitannya dengan tujuan penelitian. Penulis memilih
informan yang terlibat langsung dalam program CSR PT. Djarum yaitu:
Direktur Program Bakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H. Serad, Pembinan
program Djarum Beasiswa Plus Regional Surabaya
Totok Widianto dan Legowo, dan mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, yakni
penerima beasiswa dan tidak.
b) Library Reseach Penelusuran data dengan menggunakan
buku yang ada diperpustakaan digunakan untuk mencari landasan-landasan teori,
tentang unsur-unsur penelitian ini.
4. Tahap Tahap Penelitian
Tahap tahap pemelitian yang peneliti
gunakan dalam penelitian ini adalah tahap penelitian secara umum yang terdir
atas tahap pra lapangan, tahap pengerjaan lapangan tahap analisis data.
a. Tahap
Pralapangan
Tahap
ini merupakan tahapan persiapan sebelum penelitian dilakukan, adapun
langkah-langkahnya adalah:
1) Menyusun Rancangan Penelitian
Dalam hal ini, peneliti terlebih dahulu
menemukan permasalahan yang dijadikan objek penelitian. Setelah permasalahan
ditemukan, peneliti membuat Concept
Note yang kemudian disetujui oleh sekertaris
jurusan hingga menyusun rancangan penelitian dalam bentuk proposal penelitian
yang siap disajikan.
2) Memilih Lapangan Penelitian
Setelah ditemukan permasalahan yang dijadikan
objek penelitian dan sebelum peneliti membuat
Concept Note, yang dilakukan peneliti menemukan lapangan penelitian.
Dalam hal ini, timbul ketertarikan dalam diri peneliti untuk menjadikan PT.
Djarum sebagai lokasi penelitian, yakni dikantor pusat pemasaran Djarum
Regional Surabaya yang ada di Jln. Kedung Doro no 34. Selain karena lokasi ini
dirasa representative, PT. Djarum memiliki perbedaan dalam menjalankan kegiatan
CSR nya dengan perusahaan lain sehingga layak untuk diteliti.
3) Mengurus Perijinan
Setelah proposal penelitian diujikan, peneliti
meminta surat izin penelitian kepada dekan Fakultas Dakwah untuk kemudian
diserahkan kepada informan dari PT. Djarum yang telah dituju.
4) Menyiapkan perlengkapan penelitian
Sebelum penelitian dilakukan, penulis
mempersiapkan alat yang menunjang jalannya wawancara dan observasi di lapangan.
Peneliti menyiapkan book note, tape recorder, kamera, dll agar hasil yang
diperoleh lebih maksimal.
b. Tahap
Pengerjaan Lapangan
Sebelum melakukan wawancara lapangan, penulis
melakukan observasi lapangan terlebih dahulu yakni memahami latar penelitian
dan persiapan diri, meliputi:
Melakukan pendekatan kepada informan dalam
penelitian serta melakukan pengamatan
secara langsung seputar data.
1. Membuat pedoman wawancara seputar hal-hal
yang ingin diteliti.
2. Berperan sambil Mengumpulkan data
sebanyak-banyaknya yang valid dan peneliti mewawancarai informan mengenai Strategi
yang digunakan PT. Djarum dalam implementasi program CSR Djarum Beasiswa Plus.
Setelah tahap lapangan selesai penulis membuat
dan menyusun laporan yang berisi kegiatan yang telah dilakukan dalam bentuk
tulisan.
b. Tahap
Analisis Data
Tahap
ini berarti analisa data hanaya dilakukan setelah semua data terkumpul mulai
dari observasi awal, wawancara awal, wawancara lanjutan, kroscek data,
kesimpulan hasil wawancara, pendokumentasian hingga kroscek data lanjutan.
Melainkan analisa data ini dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan,selama di
PT. Djarum dan setelah selsai dilapangan. Dengan kata lain telah mulai sejak
peneliti merumuskan dan menjelaskan masalah dan berlangsung terus hingga
penulisan laporan hasil penelitian. Observasi
Terlibat (partisipatory observation).
3.2
Teknik
Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data yang dipergunakan peneliti untuk memperoleh data kualitatif
adalah observasi secara langsung, wawancara secara mendalam dan observasi.
Penjelasanya
yakni sebagai berikut :
a.
Wawancara mendalam (Depth Interview)
Wawancara
mendalam adalah suatu telam teknik dimana seorang narasumber atau kelompok
narasumber mengkomunikasikan bahan-bahan dan mendorong untuk didiskusikan
secara bebas. Wawancara mendalam dapat dilakukan melalui telepon. Lewat
wawancara tersruktur dengan bantuan kuisioner, hal ini tidak terungkap. Setelah
mengadakan wawacara mendalam terhadap informan. Selain wawancara tapi berkali
kali dan tapi juga melakukan observasi
langsung atau terlibat langsung di program CSR Djarum Beasiswa Plus, sehingga
akan lebih mudah bagi peneliti mendaptkan data yang akurat mengenai strategi
yag telah dilakukan oleh PT. Djarum.
Wawancara
dilakukan dengan Primadi H. Serad sebagai Direktur Program Bakti
Pendidikan Djarum Foundation, Legowo
Kadri sebagai Corporate Communication PT. Djarum RSO Surabaya (Indonesia
Timur), Totok Widjayanto sebagai Pengasuh Beswan Djarum RSO Surabaya (Indonesia
Timur) dan 5 Beswan djarum UIN Sunan Ampel Surabaya dan 5 mahasiswa UIN Sunan
Ampel Surabaya yang pernah mengikuti
Open Reqruitment Djarum Beasiswa
Plus diambil secara random.
b. Observasi
Terlibat (Partisipatory Observation)
Sebagai
metode ilmiah observasi ini bisa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan
secara sistematis tentang fenomena fenomena yang diselidiki. Hal ini sangat
mudah dilakukan peneliti, karena peneliti sendiri adalah seorang Beswan Djarum,
yakni Mahasiswi yang tergabung dalam program Djarum Beasiswa Plus, sehingga
selama satu 1 peneliti terlibat langsung di implementasi program tersebut.
a) Dokumentasi
Dokumentasi merupakan data historis
yang berisi data social dan fakta dokumentasi, peneliti mengumpulkan data
visual berupa foto-foto.
BAB 4
PEMBAHASAN
4.1 Sistem Informasi Manufaktur pada PT Gudang
Garam Tbk.
Manufaktur,
dalam arti yang paling luas, adalah proses merubah bahan baku menjadi produk.
Proses ini meliputi:perancangan produk, pemilihan material dan tahap‐tahap prosesdimana produk
tersebut dibuat. Definisi manufaktur secara umum adalah suatu aktifitas yang
kompleks yang melibatkan berbagai variasi sumberdaya dan aktifitas perancangan
produk, pembelian, pemasaran, mesin dan perkakas, manufacturing, penjualan,
perancangan proses, production control, pengiriman material, support service,
dan customer service.
Sistem
Informasi Manufaktur adalah suatu sistem berbasis komputer yang bekerja dalam
hubungannya dengan sistem informasi fungsional lainnya untuk mendukung
manajemen perusahaan dalam pemecahan masalah yang berhubungan dengan manufaktur
produk perusahaan yang pada dasarnya tetap bertumpu pada input, proses dan
output. Sistem ini digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang meliputi
seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk
memproduksi barang atau jasa. Ruang lingkup sistem informasi manufaktur
meliputi Sistem perencanaan manufaktur, Rencana produksi, Rencana tenaga kerja,
Rencana kebutuhan bahan baku dan Sistem pengendalian manufaktur.
4.2 Manfaat Sistem Informasi Manufaktur
Manfaat
digunakannya sistem informasi manufaktur di dalam perusahaan adalah sebagai
berikut :
1. Hasil
produksi perusahaan lebih cepat dan tepat waktu karena sistem informasi
manufaktur menggunakan komputer sebagai alat prosesnya.
2. Perusahaan
lebih cepat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.
3. Arsip
lebih terstruktur karena menggunakan sistem database
4. Sistem
informasi manufaktur yang berupa fisik robotik, hasil produksi semakin cepat,
tepat dan berkurangnya jumlah sisa bahan yang tidak terpakai.
4.3 MODEL
SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
4.3.1
Input Data/Informasi
Input data berupa data internal dan data
eksternal, data internal merupakan data intern sistemkeseluruhan yang mendukung
proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Data ini meliputi sumber
daya manusia (SDM), material, mesin, dan hal lainnya yang mendukung proses
secara keseluruhan seperti transportasi, spesifikasi kualitas material,
frekuensi perawatan, dan lain‐lain.
Data Eksternal perusahaan merupakan data
yang berasal dari luar perusahaan (environment) yang mendukung proses
pengolahan data menjadi informasi yang berguna untuk perhitungan cost dalam
manufaktur mulai dari awal hingga akhir proses.. Contoh data eksternal adalah
data pemasok (supplier), kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik, dll.
Sub
sistem input terdiri dari :
A.
Sistem informasi
akuntansi
Mengumpulkan data intern yang
menjelaskan operasi manufaktur dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi
perusahaan dengan pemasok. Sebagai contoh, pegawai produksi memasukan data ke
dalam terminal dengaN menggunakan kombinasi media yang dapat dibaca mesin dan
keyboard. Media berbentuk dokumen dengan bar code yang dapat dibaca secara
optik atau dengan tanda pensil yang dapat dibaca secara optik, dan kartu
plastik dengan garis‐garis
catatan yang dapat dibaca secara magnetis. Setelah dibaca data tersebut
ditransmisikan kekomputer pusat untuk memperbarui database.
A. Sub
sistem industrial engineering (IE)
Industrial Engineering merupakan
analisis sistem yang terlatih khusus yang mempelajari operasi manufaktur dan
membuat saran‐saran
perbaikan. Industrial engineering terdiri dari proyek‐proyek pengumpulan data
khusus dari dalam perusahaan yang menetapkan berapa lama waktu yang dibutuhkan
untuk suatu produksi.
B. Sub
sistem intelijen manufaktur
Subsistem
intelijen manufaktur berfungsi agar manajemen manufaktur tetap mengetahui
perkembangan terakhir mengenai sumber‐sumber
pekerja, material dan mesin. Adapun yang termasuk dalam sub sistem intelijen
manufaktur adalah :
1. Informasi
pekerja, manajemen manufaktur harus memperhatikan serikat pekerja yang mengorganisasikan
para pekerja perusahaan. Baik dalam sistem kontrak, tak berjangka maupun
borongan.
2. Sistem
formal, manajemen manufaktur memulai arus informasi pekerja dengan menyiapkan
permintaan pekerja yang dikirimkan ke departemen sumber daya manusia dan data
dari berbagai elemen lingkungan yang menghubungkan kepada pihak pelamar.
3. Sistem
informal, arus informasi antar pekerja dan manajemen manufaktur sebagaian besar
bersifat informal arus itu berupa kontak harian antara pekerja dan manajer
mereka.
Kegiatan‐kegiatan yang terjadi
di dalam intelijen manufaktur
·
Pengumpulan (pendokumentasian) data dari
lingkungan
·
Pengujian data,
·
Pemeliharaan data, untuk menjamin
akurasi dan kemutakhiran data.
·
Keamanan data, untuk menghindari
kerusakan serta penyalah gunaan data.
4.3.2
Pengambilan data dalam bentuk
laporan, untuk memudahkan pengolahan data yang lain. Komputer Sebagai Bagian
Dari Sistem Fisik
Sistem informasi manufaktur menggunakan
komputer baik secara konseptual maupun sebagai suatu elemen dalam sistem
produksi fisik. Adapun yang termasuk dalam komputer sebagai bagian dari sistem
fisik adalah :
A.
Computer Aided Design (CAD)
Program komputer untuk menggambar suatu
produk atau bagian dari suatu produk yang ingin digambarkan bisa diwakili oleh
garis‐garis maupun simbol‐simbol yang memiliki
makna tertentu. CAD bisa berupa gambar 2 dimensi dan gambar 3 dimensi. CAD yang
lebih sering disebut Computer Aided Engineering (CAE), melibatkan penggunaan
komputer untuk membantu rancangan produk yang dimanufaktur. CAD digunakan untuk
merancang segala sesuatu dari struktur rumit seperti bangunan dan jembatan
hingga bagian‐bagian
kecil, memperbaiki gambar dengan menghaluskan garis. Setelah rancangan itu
dimasukkan kedalam komputer, engineer dapat menempatkan rancangan itu pada
berbagai pengujian untuk mendeteksi titik‐titik
lemah, CAD bahkan dapat membuat bagian‐bagian
tersebut bergerak seperti sedang digunakan. Ketika rancangan itu selesai,
perangkat lunak CAD dapat mempersiapkan spesifikasi rinci yang diperlukan untuk
memproduksi produk itu yang disimpan dalam database rancangan. CAD telah
berevolusi dan terintegrasi dengan perangkat lunak CAE dan Integrasi itu
dimungkinkan karena perangkat lunak CAD saat ini kebanyakan merupakan aplikasi
gambar 3 dimensi atau biasa disebut solid modelling yang
memungkinkan memvisualisasikan komponen dan rakitan yang kita buat secara
realistik dan mempunyai properti seperti massa, volume, pusat gravitasi , luas
permukaan dll.Contoh Pro/ENGINEER, AutoCAD, Solid Works, Catia, Unigraphics,
ProgeCAD, dan ZWCAD.
A.
Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam
suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian,
mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu
organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan. (beRrt A. Leitch/K. Roscoe
Davis, 1983)
Setiap sistem informasi
menyajikan tiga pokok: 1) pengumpulan dan pemasukan data, 2) penyimpanan dan
pengambilan kembali (retrieval) data,
dan 3) penerapan data, dalam hal sistem informasi terkomputer termasuk penayangan (display) (Lynch, LG. 1977). Menurut O’Brien (2005) Sistem
Informasi manajemen merupakan kombinasi
yang teratur antara
people, hardware, software, network dan data resources (kelima unsur ini disebut komponen
sistem informasi) yang mengumpulkan, merubah dan menyebarkan
informasi dalam organisasi seperti pada gambar
1.
Gambar 1. Komponen Sistem Informasi
a.
Manufacturing
Resource Planning (MRP II)
Evolusi dari Material Requirements Planning (MRP I),
yang melingkupi faktor tambahan seperti perencanaan jangka panjang, master
schedulling, rough cut capacity planning dan shoop floor control. MRP I telah
memasukan unsur pengawasan dan pelaporan. Setelah MRP I perusahaan menyadari
bahwa banyak hal yang harus dipadukan antara lain keuangan, peramalan, sales
order, analisis penjualan, distribusi, quality control serta sistem pelaporan
dan pengawasan lebih lanjut. Hal ini kemudian dikenal dengan konsep ERP
(Enterprise Resources Planning).
Gambar
2. ERP(Enterprise Resources Planning)
1 ERP Akan Lebih Mendukung Customer Service
Sesuai dengan konsep
‘Customer is King’, maka industri manufaktur tidak cukup hanya untuk
menghasilkan produk-produk dengan harga murah yang bermutu tinggi. Suatu
industri seharusnya juga memberikan nilai tambah dalam bentuk Customer Service.
Meskipun dua produk mempunyai mutu dan harga yang sama, konsumen akan lebih
memilih untuk membeli produk dari perusahaan yang dapat memberikan customer
service yang lebih baik. Untuk memenuhi tuntutan yang tercantum diatas, ERP
tidak hanya harus lebih bersifat Customer-oriented, tetapi seharusnya juga
dapat melakukan perencanaan produksi berdasarkan supply-chain (jalinan suplai)
yang melibatkan input dari konsumen sekaligus dari pemasok. Dalam hal ini, baik
pemasok internal perusahaan maupun pemasok dari luar. Beberapa konsep yang
telah diterapkan oleh beberapa vendor ERP antara lain Sales Force Automation,
Sales Order Configuration, Customer Care, Advance Planning & Scheduling dan
Help Desk.
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Dengan
peningkatan penjualan, berarti perusahaan telah berhasil menerapkan suatu
proses yang efisien. Proses ini diawali oleh tingkat akurasi data yang
dikendalikan oleh ERP. Hal serupa dapat terlihat pada ketepatan waktu pada
pengiriman, penggunaan laporan internal yang standar dan rata-rata kesalahan yang ditimbulkan oleh karyawan. Penerapan ERP pada suatu perusahaan
harus menjadi kebijakan strategik pada tingkat top management dan didukung
penuh oleh setiap unsur yang ada dalam perusahaan.Indikator-indikator tersebut
telah membuktikan bahwa ERP mengarahkan proses pada hal tersebut.
5.2
Saran
PT. Gudang garam Tbk. harus lebih
mengembangkan CRM sebagai core competency di bagian penjualan. CRM ini juga
seharusnya terkait erat dengan sistem ERP yang telah ada. Hal ini dimaksudkan
untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan untuk meningkatkan customer
satisfation level. Penerapan pada semua divisi ini perlu, untuk lebih
meningkatkan efisiensi perusahaan sebagai nilai tambah.
DAFTAR PUSTAKA
lib.ui.ac.id/file?file=digital/20350970-TA-Rika%20Agustiana.pdf
jam 15:30 tanggal 19/01/2017
profit.is.unikom.ac.id/jurnal/analisa-management-strategy.r/6-iyan-gustiana.pdf
jam 21:26 20/01/2017
https://id.wikipedia.org/wiki/Gudang_Garam
jam 21:28 20/01/2017
Aladwani, A.M., 2001, “Change
Management Strategies For Succsessful ERP
Implementation”,
Business Process Management Journal, Vol.7 no.3 pp. 266-275.
Baheshti, H.M., 2006, “What Manager
Should Know About ERP/ERP II”
Management
Research New Vol.29 No.4, pp. 184-193.
Bradford, M., and Florin, J., 2003,
“Examining the Role of Inovation Diffusion
Factors on the
Implementation Success of Enterprise Resources Planning Systems”, International
Journal of accounting Information System 4 pp. 205 – 225.
Lynch, LG. 1977. Input Methods And
Facilities Available For Land Survey
Data. Dalam A.W
moore & S.W.Bie. Uses of Soil Information Systems. Center for Agric. Publ.
And Documentation. Wageningen 103 h.