Selasa, 24 Januari 2017

ANALISIS SISTEM INFORMASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR PADA PT. GUDANG GARAM Tbk



ANALISIS SISTEM INFORMASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR PADA PT. GUDANG GARAM Tbk
“sistem informasi eksekutif”


DOSEN PENGAJAR :
DISUSUN OLEH :
Yulyanah (4114053)

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PESANTREN TINGGI DARUL ‘ULUM JOMBANG
TAHUN AKADEMIK 2017





KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini. Salawat dan salam dihaturkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW atas perjuangan beliau kita dapat menikmati pencerahan iman dan islam dalam mengarungi samudera kehidupan ini. Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai “Analisis PT D.JARUM” dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Eksekutif.
Makalah ini telah dibuat berdasarkan hasil diskusi kami. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.



Jombang, 26 Januari 2017

Penulis



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
PT. Djarum adalah perusahaan rokok nasional Indonesia, yang berdiri di kota kudus sejak tahun 1951 sampai saat ini. Indonesia memiliki  jumlah perokok terbesar ketiga di dunia sebesar 65 juta perokok. Namun, sampai sekarang produknya masih dianggap kontroversial, karena rokok dianggap sebagai produk pembunuh.
Hal ini sesuai dengan  tagline  resmi dari pemerintah untuk setiap produk rokok yakni “Merokok Membunuhmu” Indonesi menempati urutan ke -7 terbesar jumlah kematian yang disebabkan oleh kanker (188.100 orang) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menyatakan 90% kanker disebabkan oleh rokok. baik perokok pasif maupun aktif. Tahun 2009 Perusahaan rokok dianggap sebagai “bad  guy”oleh Altria Group, sehingga penjualan produk rokok di Amerika serikat menurun  8%.  Fenomena degradasi tersebut berujung pada  kondisi terancamnya eksistensi perusahaan rokok.
Kondisi tersebut yang menjadikan PT. Djarum berusaha menangani
degradasi Opini Public masyarakat dengan membentuk Brand Image PT. Djarum, dengan berusaha menjadikan perusahaan pembunuh jadi penyelamat. Yakni megubah citra dan eksistensi perusahaan yang memiliki produk yang bersifat membunuh menjadi penyelamat dengan berbagai kegiatan menarik dan bermanfaat untuk masyarakat.
Tujuan tersebut merupakan suatu bentuk  Long Term Profit,  yakni terjaganya citra dan nama baik perusahaan dalam jangka waktu yang lama.  Dengan tercapainya  Long Term Profit  dapat dipastikan eksistensi perusahaan akan terpelihara. Citra dan nama baik perusahaan dimata Stakeholder akan membentuk reputasi dimata publik.
Corporate social responsibility (CSR) merupakan cara yang ditempuh oleh perusahaan untuk membangun citra dan nama baik perusahaan dimata masyarakat. Jadi  Corporate social responsibility  (CSR)  adalah serangkaian bentuk kegiatan mensejahterakan masyarakat yang memiliki komponen penting bagi eksistensi jangka panjang perusahaan, karena menunjukan wajah bisnis sebenarnya pada masyarakat luas terutama masyarakat lokal di sekitar lokasi bisnis mereka. Corporate social responsibility (CSR) telah diatur dalam Undang-undang No. 40 tahun 2007 mengenai kewajiban setiap perusahaan untuk memberikan CSR.
PT.  Djarum  dengan konsisten menjalankan 5 program CSR sejak tahun 1951 diberbagai bidang yang berbeda. Dimulai djarum bakti Sosial pada tahun 1951, setelah itu dilanjutkan djarum bakti olahraga dibidang buluh tangkis tahun 1969, djarum bakti lingkungan pada tahun 1979, djarum bakti budaya pada tahun 1992 dan djarum bakti pendidikan. Salah satu program  Corporate social responsibility (CSR) Djarum dibidang pendidikan dimulai pada tahun 1984. Akan tetapi, data dokumen menunjukan Djarum Beasiswa Plus ini baru dikerjakan lebih serius sejak tahun 2000-an.
Keseriusan program CSR  Djarum Beasiswa Plus terefleksikan dari mulai adanya iklan beswan djarum di televisi yang kemudian mempopulerkan jingle beswan djarum. Selain itu terdapat iklan-iklan beswan djarum yang mulai terpampang di media cetak sejak periode tersebut. pemberian beasiswa djarum pun lebih terstruktur, rapi dan berkeinambungan sejak dekade 2000-an. Para calon penerima beasiswa djarum tersebut diseleksi secara ketat dan harus memenuhi persyaratan IQ dan EQ sehingga mereka memiliki kecerdasan emosional dalam proses meraih prestasi. Selain mendapat bantuan biaya
pendidikan, para penerima beasiswa Djarum (Beswan Djarum) juga  diberikan pelatihan  Softskill  sebagai bekal pengalaman dimasa mendatang, sehingga menjadi pemimpin bangsa. Hal ini dipertegas dengan istilah “plus” dalam tagline Djarum Beasiswa Plus. Program yang diberikan  yaitu dengan kegiatan  Nation building, Character building, Leadership Development, Competition Challenge, Community Empowerment, International Exposure, dan Open Required. Berbagai kegiatan Inilah yang membedakan beasiswa Djarum dengan beasiswa-beasiswa lainnya beasiswa lain, baik dari institusi maupun perusahaan. Sehingga pembentukan
image  PT. Djarum dimata  Stakeholder  kalangan akademik dapat terlaksana dengan baik. Menjadi sebuah asumsi yang menarik bagi peneliti, bahwa terdapat sebuah strategi PT. Djarum dalam mengemas CSR Djarum Beasiswa plus. Sehingga mampu membentuk brand positioning dimata public khususnya dimata mahasiswa diseluruh Indonesia yang telah tergabung di program tersebut. Konsep berbeda dari strategi implementasi CSR Djarum Beasiswa plus ini juga terlihat dari sasaran utamanya yakni mahasiswa S1 berprestasi yang memiliki keunggulan diberbagai bidang yang berbeda.
Beasiswa ini hanya diberikan selama 1 tahun, sehingga setiap periode mahasiswa yang berprestasi yang terpilih dapat merasakan beasiswa ini. Dari sinilah terindikasi sebuah maksud terselip, karena PT. Djarum membidik setiap generasi muda berprestasi setiap tahunya. Agar terbentuk calon generasi penerus Bangsa atau calon pemimpin bangsa yang berprestasi dan Pro dengan PT. Djarum. Karena pada kegiatan “Nation building” yang digalang Djarum Beasiswa Plus terhadap pengenalan jalanya proses produksi rokok djarum yang ada dikudus.
Industri pengolahan rokok disana masih dikerjakan secara manual, tanpa menggunakan mesin. Jadi mampu memperkerjakan masyarakat didaerah kudus. Berbeda dengan perusahaan rokok lainya yang menggunakan mesin, sehingga kurang memanfaatkan Sumber Daya Manusia.
Dalam semua kegiatannya, djarum juga berusaha lebih mendekatkan diri dengan para individu yang menjadi peserta. Sebagai contoh, dalam Program Djarum Bakti Pendidikan, para peserta diajak untuk mengunjungi berbagai tempat di kota Kudus, pusat industri PT. Djarum berada. Para peserta mendapat kesempatan untuk mengunjungi berbagai tempat terutama pabrik PT. Djarum. Selain itu juga dikenalkan tempat pengelolaan limbah produksi rokok PT. Djarum yang benar benar ramah lingkungan, karena dilokasi pabrik ditanami
pohon Trembesi yang bisa menyerap  Karbon dioksida. Selain itu limbah cair yang dibuang ke lingkungan benar benar 100% bersih karena bisa dihidupi ikan. Jadi  di  ketahui  kalau  perusahaan  PT. Djarum merupakan “Sosial Responsibility Bussines”. Jadi difikiran Beswan Djarum (sebutan penerima beasiswa djarum) sudah dikonstruk bahwa PT. Djarum merupakan perusahaan yang ramah lingkungan dan harus dipertahankan, karena menjadi lapangan pekerjaan bagi masyarakat indonesia, khusunya yang domisili di kota kudus.
Dukungan Pemerintah terhadap CSR Djarum Beasiswa Plus diungkapkan oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiendu Nuryanti. Ia menyatakan selama tujuan dari beasiswa tersebut untuk mencerdaskan anak bangsa, pemerintah akan terus mendukung program tersebut. Lebih lanjut, Wiendu Nuryati mengungkapkan pemerintah tidak dapat melarang program beasiswa tersebut. Sebenarnya pemerintah sudah mengalokasikan dana untuk kebutuhan beasiswa bagi masyarakat, namun tidak menutup kesempatan para perusahaan untuk ikut membuka program beasiswa. Beliau juga mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini telah lebih selektif dan cermat, begitu pula dalam pemilihan beasiswa.
Bagi mahasiswa, beasiswa yang diberikan oleh perusahaan rokok ini memang cukup membantu, baik secara finansial maupun pengembangan potensi diri yang turut diberikan pada program beasiswa ini. Mahasiswa tentu memiliki tanggung jawab pada ilmu yang telah diperolehnya, dengan mengaplikasikannya di masyarakat tidak terkecuali mereka yang menerima beasiswa dari perusahaan rokok. Dalam hal ini terjadi suatu pertentangan, di satu sisi seorang mahasiswa harus mengabdikan ilmunya bagi masyarakat, namun di sisi lain ia juga membawa nama perusahaan rokok.
Sejumlah kalangan menilai beasiswa tersebut sekadar ajang promosi perusahaan rokok untuk menaikkan citra positif di masyarakat. Manajer Program Advokasi Iklan Rokok Komnas Perlindungan Anak Linda Sundari berpendapat bahwa bentuk-bentuk CSR ini sebenarnya hanya membangun  image seolah-olah rokok itu bukan produk yang berbahaya, sehingga kita seolah lupa akan bahaya merokok  bagi kesehatan. Dengan kata lain, Linda Sundari menarik kesimpulan bahwa kegiatan CSR yang diselenggarakan oleh perusahaan rokok hanyalah sebuah pengelabuan citra.
Kondisi tersebut menjadi sebuah prestasi bagi PT. Djarum karena mampu melakukan pengelabuhan citra melalui CSR program Djarum Beasiswa Plus. Sehinga  Brand Image  Djarum bakti pendidikan dan djarum pembunuh jadi penyelamat terlaksana dengan maksimal. Berdasarkan fenomena di atas, maka peneliti tertarik untuk mengangkat fenomena mengenai strategi implementasi Program CSR Djarum Beasiswa Plus untuk membentuk Brand Image PT. Djarum sebagai produsen dimata Stakeholder Eksternal, yakni Mahasiswa dan public luas. Selain itu Hal ini menjadi menarik untuk dikaji karena bidang pendidikan dapat dikatakan tidak memiliki korelasi dengan produk rokok, bahkan bertentangan satu sama lain.
1.2  Manfaat Penelitian
Adapun yang menjadi manfaat penelitian adalah: 
1.      Manfaat teoritis
 penelitian ini berguna untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan mengenai Ilmu Komunikasi  khususnya tentang  Corporate social responsibility sebagai bagian dari Public Relations.
2.  Manfaat praktis
a.  Bagi penulis
a)  Penelitian ini akan memperluas wawasan dan pemahaman antara hasil kenyataan dalam praktek deng
an teori komunikasi yang menjelaskan strategi implementasi  Corporate social responsibility  yang mampu membentuk Brand Image positif PT. Djarum.
b)  Terpenuhinya salah satu syarat dalam menyelesaikan Skripsi Program Studi Ilmu Komunikasi untuk meraih gelar Sarjana.
b.  Bagi perusahaan PT. Djarum
Penelitian  ini diharapkan dapat memberikan kontribusi/masukan yang positif bagi praktisi  public relation  PT. Djarum dalam strategi implementasi Corporate social responsibility khususnya program Djarum Beasiswa Plus.
c.  Bagi akademisi
Penelitian ini akan mencoba memberikan kontribusi berupa pemikiran dan temuan temuan  empiric  mengenai strategi perusahaan. Khususnya dalam hal implementasi Corporate social responsibility untuk membentuk Brand Image  perusahaan dimata  publik, sehingga nantinya diharapkan dapat dijadikan refrensi bagi peneliti lain dalam melakukan penelitian sejenis.
1.3  Kajian Penelitian Terdahulu
Tidak dapat dipungkiri adanya kenyataan bahwa ada karya penelitian, baik berupa buku, jurnal, skripsi, majalah, maupun hasil penelitian lain yang berbentuk karya tulis yang membahas usaha peningkatan citra sebuah perusahaan melalui program CSR yang telah dihasilkan oleh para akedemi, pemerhati intelektual maupun praktisi yang mempunyai spesifikasi keilmuan dalam bidang ilmu komunikasi, namun sampai saat ini, baru penelitian saya yang menggunakan judul“CSR Djarum Beasiswa Plus Sebagai Brand Image PT. Djarum”.
Tinjauan pustaka dalam penelitian ini diasalkan pada penelitian dari Anofrida Yenti,Elisa Monika Bangun Theresia Juwita E dan Faelasufa
Pada penelitian Anofrida Yenti dan Elisa Monika Bangun bersifat kuantitatif yang masing masing melihat pengaruh CSR yang berbentuk dimensi sosial dan dimensi lingkungan terhadap citra perusahaan PT semen padang dan PT. Djarum.
Sedangkan thesis Theresia Juwita E meneliti strategi CSR Djarum Foundation menggunakan resources based theory untuk meningkatkan citra PT. Djarum agar mencapai keunggulan dan mampu bersaing di industry rokok Indonesia. Sama halnya dengan penelitian dari Elisa Monika Bangun yang fokus menghitung pengaruh penerapan Program  Corporate social responsibility  beasiswa djarum terhadap peningkatan citra positif perusahaan pada mahasiswa USU Yogyakarta.
Sebuah penelitian menunjuakan bahwa Implementasi Program Coorporate Sosial Responsibility  Beasiswa Djarum berhasil  meningkatkan citra positif Perusahaan PT. Djarum. jadi CSR dan  Brand Image memiliki hubungan yang cukup berarti. Penelitian ini dilakukan terhadap mahasiswa bahwa terdapat kolerasi positif pada peningkatan citra dari mahasiswa terhadap PT. Djarum.
Dari penelitian ini keseluruhanya menggunakan pendekatan kuantitatif untuk membuktikan pengaruh CSR sebuah perusahaan terhadap peningkatan citra. Dan keselurhanya menghasilkan hasil yang positif yakni ada pengaruh yang signifikan. Jadi melaui penelitian ini peneliti tertarik untuk mengangkat strategi yang digunkan perusahaan dalam melaksanakan program CSRnya sehingga dapat meningkatkan citra perusahaan dalam melaksanakan tanggung jawab kemasyarakatanaya. Maka dari itu dalam penelitian ini sangat berbeda karena memiliki spesifikasi yang jelas yang khas. dalam penelitian saya adalah ingin membuktikan strategi yang digunakan pihak PT. Djarum dan motif PT. Djarum dalam implementasi program CSR Djarum beasiswa plus sehingga bisa meningkatkan citra PT. Djarum dimata  stakeholder  akademisi Mahasiswa dan public luas. Kesamaan dalam keempat penelian ini adalah sama-sama meneliti CSR, dan Citra.
Sedangkan dengan penelitian dari Faelasufa adalah memiliki perbedaan dalam hal objek dan subjeknya yakni Faelasufa meneliti Djarum Foundation, jadi keseluruhan program CSR sedangkan dalam penelitian saya lebih terfokuskan pada CSR djarumbeasiswaplus, sehingga bila ingin dikaji lebih lanjut akan lebih mudah untuk dibuktikan.



BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR)
Corporate social responsibility  adalah sebuah konsep dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian social dan lingkungan dalam operasi bisnis dan dalam interaksi dengan para pemangku kepentingan secara sukarela yang berikut semakin menyadarkan bahwa perilaku bertanggung jawab mengarah pada keberhasilan bisnis yang berkelanjutan. CSR adalah tentang mengelola perubahan ditingkat perubahan secara social bertanggung jawab yang dapat dilihat dalam dua dimensi yang berbeda.
Istilah Corporate social responsibility atau CSR mulai digunakan sejak tahun 1970an dan semakin popular setelah kehadiran buku Cannibals With Forks karya John Elkington. Menurut Philip Kotler dan Nancy Lee, Corporate social responsibility  adalah komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas melalui praktik bisnis yang baik dan mengkontribusikan sebagian sumber daya perusahaan.
Tanggung jawab perusahaan dimulai dari keinginan perusahaan untuk dapat  Sustainable  beroperasi lebih lama, mengikuti kemajuan yang ada dan terus bertahan dalam bisnis selama beberapa decade.
Salah satu definisi CSR Asia berbunyi “Corporate social responsibility adalah komitmen perusahaan untuk beroperasi secara berkelanjutan berdasarkan prinsip ekonomi, social dan longkungan serasa menyeimbangkan beragam kepentingan para stakeholders”.
Definisi CSR dalam penelitian ini adalah sebuah komitmet yang diberikan perusahaan untuk masyarakat, berupa bantuan kesejahteraan masyrakat baik di bidang kesehatan, pendidikan dan lingkungan agar bisa mempertahankan eksistensi perusahaan dimata masyarakat, karena terbentuk citra positif dimata Stakeholder. Corporate social responsibility PT. Djarum memiliki istilah sendiri untuk CSR yang dibangunya yakni Djarum Foundation.Djarum Foundation merupakan  bentuk konsistensi Bakti Pada Negeri, untuk turut serta menjadi bagian membangun Negeri Indonesia yang bukan saja kuat secara ekonominya tapi juga membanggakan dalam prestasi olahraga, prestasi akademis, menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan budayanya demi terwujudnya kualitas hidup Indonesia di masa depan yang lebih baik dan bermartabat.
Kegiatan CSR dalam Djarum Foundation  ini diklasifiksikan ke dalam beberapa jenis yakni: Bakti olah raga, Bakti lingkungan, Bakti pendidikan, bakti budaya dan Pedui bencana alam. Semuanya dilakukan demi kesejahteraan masyarakat  dan demi dampak jangka panjang yaitu terbentuknya citra positif perusahaan di mata masyarakat.
Salah satu bentuk CSR yang menjadi objek dalam penelitian ini yakni program Djarum Beasiswa Plus. Program ini merupakan salah satu rogram peningkatan kesejahteraan mahasiswa agar lebih berprestasi dan mandiri sebagai  komitmen perusahaan melalui praktik bisnis yang baik dan mengkrotribusikan sebagian sumber daya perusahaan,  berdasarkan prinsip ekonomi yakni dengan memberikan sejumlah dana yang telah diperhitungkan dengan cermat dan prinsip social. Selain itu juga memberi berbagai pelatihan softskill agar siap bila nantinya diterjunkan didunia masyarakat.
Sehingga dengan adanya CSR Djarum Beasiswa plus ini diharapkan masyarakat dan bangsa mampu mewujudkan masa depan  yang lebih baik. Lebih dari itu, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menyangga eksistensi sebuah bangsa.

2.2.2 BRAND IMAGE
Brand Image  berasal  dari kata  brand  yakni merek, sedangkan  image berasal dari istilah bahasa inggris yang artinya citra, jadi citra adalah Menurut Bill Canton dalam Sukatendel adalah: “kesan, perasaan, gambaran dari publik terhadap perusahaan: kesan yang dengan sengaja diciptakan suatu obyek, orang atau organisasi”.  Brand bukan sekedar logo atau nama perusahaan Anda, melainkan image atau persepsi seseorang tentang produk atau perusahaan Anda. Brand adalah kombinasi lengkap dari asosiasi yang orang bayangkan ketika mendengar sebuah nama perusahaan atau produk.
Menurut Fandy Tjiptono pengertian Brand Image  (citra merek) adalah  “Deskripsi tentang asosiasi dan keyakinan konsumen terhadap merek tertentu”.
Jadi  Brand Image  (citra merek) adalah serangkaian deskripsi tentang asosiasi dan keyakinan konsumen terhadap merek tertentu. Brand Image dari suatu produk yang baik akan mendorong para calon pembeli untuk membeli produk tersebut daripada membeli produk yang sama dengan merek lain. Karena itu penting bagi perusahaan untuk memperhatikan perilaku pembelian mereka guna menentukan langkah yang tepat untuk mengantisipasinya.
Definisi Brand Image dalam penelitian ini merupakan sebuah usaha dari PT. Djarum untuk membangun keyakinan baik dari stakeholder eksternal yakni mahasiswa dan masyarakat  terhadap citra perusahaan tersebut melalui program Djarum Beasiswa Plus. Sehigga hasilnya stakeholder berfikir bahawa perusahaan yang menghasilkan produk pembunuh juga merupakan perusahaan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendidikan.
Jadi  Brand Image  yang ingin diciptakan PT. Djarum melalui program CSR Djarum Beasiswa Plus adalah citra bahwa PT. Djarum merupakan perusahaan yang bakti pada pendidikan, perusahaan yang pro terhadap generasi penerus bangsa, walaupun memiliki produk yang kontradiktif bersifat pembunuh, sehingga walaupun Indonesia berusaha mengurangi penjualan rokok, namun keberadaan perusahaan rokok tetap eksis ditengah masyarakat. sehingga jangka panjang PT. Djarum akan tetap  survive  dalam produksi dan pemasaranya karena dukungan penuh dari masyarakat.



BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1  Metode Penelitian
1.  Pendekatan Dan Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini mengguakan pendekatan Konstruktif, yakni Pendekatan ini memandang realitas sebagai konstruksi individu-individu, kebenaran relaitas bersifat relative dan berlaku dalam konteks dan waktu yang spesifik. Karena realitas hasil konstruksi individu, maka realitas menjadi beragam.
Jadi Program Djarum Beasiswa Plus merupakan hasil konstruksi perusahaan PT. Djarum untuk memberikan realitas dimata masyarakat bahwa perusahaan ini peduli terhadap kesejahteraan pendidikan bangsa Indonesia. namun setiap opini public memandang CSR PT. Djarum berbeda. 
Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif menitik beratkan pada observasi dan alamiyah, peneliti terjun langsung kelapangan . bertindak sebagai pengamat. Ia membuat kategori pelaku, mengamati gejala dan mengamati dalam buku observasi. Peneliti berupaya untuk menggali informasi sebenarnya tentang motif dan tujuan dibentuknya Djarum Beasiswa Plus yang memiliki konsep yang berbeda. Dan juga untuk mengetahui Strategi proses implementasi CSR Djarum Beasiswa Plus sehingga bisa membentuk  Brand Image  PT. Djarum dimata stakeholder eksternal.
Hasil penelitian ini nantinya akan digeneralisasi menjadi  strategi Djarum Beasiswa Plus terhadap Stakeholder Akademik.  Penelitian deskriptif pada dasarnya merupakan jenis riset yang memiliki tujuan utama untuk menggambarkan suatu strategi tersimpan dalam sebuah CSR Djarum Beasiswa Plus. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar (dan bukan angka-angka) yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumen resmi lainnya. Dengan demikian penelitian ini akan menghasilkan sebuah gambaran mengenai Sebuah strategi implementasi CSR program Djarum Beasiswa Plus dalam membentuk Brand Image PT. Djarum.
2.      Subjek, Objek dan Lokasi Penelitan
Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan subjeknya yakni:
a. Penanggung jawab Djarum Foundation.
Wawancara akan dilakukan dengan penanggung jawab CSR PT. Djarum.
b. Mahasiswa yang pernah memiliki keterkaitan dengan program Djarum Beasiswa Plus. 
Dalam hal ini mahasiswa yang menjadi fokus penelitian yakni mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya dengan kriteria, yakni:
a) Mahasiswa yang pernah mengikuti seleksi pendaftaran (Open Reqruitment) dalam program Djarum Beasiswa Plus, namun tidak lolos
b) Mahasiswa yang sedang terdaftar sebagai penerima beasiswa Djarum Beasiswa Plus periode 2013/2014.
               Mahasiswa yang akan diwawancarai masing masing sebanyak 5 orang disetiap kriteria, jadi yang menjadi sampling narasumber adalah 10 orang, hal ini karena setiap periode mahasiswa yang lolos menjadi beswan djarum adalah 5 orang. 
Wawancara mendalam dengan narasumber dari dilaksanakan untuk menggali  image perusahaan (yang merupakan persepsi terhadap corporate identity simbol, communication dan behavior) dari PT. Djarum ketika pelaksanaan program Djarum Beasiswa Plus.
Wawancara mendalam ini dilaksanakan karena peneliti hendak menggali fakta secara medalam mengenai strategi PT. Djarum sehingga mampu meningkatkan citra PT. Djarum dimata mahasiswa dari universitas yang telah bekerjasama dengan CSR Djarum Beasiswa Plus.
Sedangkan yang menjadi objeknya yakni kajian dari ilmu komunikasi khususnya makna usaha dan strategi peningkatan citra PT. Djarum melalui CSR (Corporate social responsibility) program Djarum Beasiswa Plus.
Penelitian ini akan dilakukan di kantor pusat pemasaran PT. Djarum yakni di jalan kedungdoro no 34 surabaya. Hal ini karena beberapa alasan, yakni:
a.  Kantor ini merupakan salah satu pusat pemasaran PT. Djarum selain yang berada di semarang dan kudus yang juga sebagai regulasi jalanya program Djarum Beasiswa Plus. Sehingga peneliti sangat mudah menjangkau dan sekali brangkat kiranya bisa mendapatkan banyak informasi.
b.  Tempat berkumpulnya Beswan Djarum (Penerima Beasiswa Djarum). Hal ini karena disana sengaja dibangun kantor untuk memfasilitasi penerima beasiswa, sehingga  image  yang meliputi corporate identity simbol, communication dan  behavior  dari PT. Djarum bisa langsung ditanyakan pada mereka.
3. Jenis dan Sumber Data Untuk keakuratan data, penelitian ini digali dari beberapa jenis dan sumber data, antara lain adalah:
a.  Jenis data
a)  Data primer (Primary Data)
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat untuk pertama kalinya.
Data primer yang diperoleh peneliti adalah data mengenai Proses implementasi CSR Djarum Beasiswa Plus sebagai bentuk  Brand Image  PT. Djarum yang bakti terhadap pendidikan. Beberapa diantaranya sebagai berikut:
1)  Strategi PT. Djarum dalam implementasi CSR Djarum Beasiswa Plus untuk membentuk Brand Image  dimata Public External. 
2)  Strategi komunikasi  CSR Djarum Beasiswa Plus  untuk  Public External. 
3)  Persepsi mahasiswa terhadap pogram Djarum Beasiswa Plus
b)  Data sekunder (secondary data)
Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulanya oleh peneliti. Data ini diperoleh melalui Studi kepustakaan dan Website,  yaitu melakukan pengumpulan data dengan membaca dan mempelajari beberapa literatur, materi-materi, laporan hasil penelitian, jurnal-jurnal, dan sebagainya yang memiliki relevansi dengan masalah yang diteliti. Data sekunder yang diperoleh peneliti dalam penelitian ini yaitu:
1)  Profil PT. Djarum
2)  Awal mula diterapkan program CSR
3)  Profil program CSR Djarum Beasiswa Plus
b.  Sumber data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a)  Field Reseach teknik purposif sampling
Dalam hal ini merupakan informan, merupakan orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Adapun pemilihan informan ditentukan berdasarkan teknik purposif sampling. 
Teknik Purposif Sampling yakni berdasarkan pertimbangan yang erat kaitannya dengan tujuan penelitian. Penulis memilih informan yang terlibat langsung dalam program CSR PT. Djarum yaitu:
Direktur Program Bakti Pendidikan  Djarum Foundation Primadi H. Serad, Pembinan program Djarum Beasiswa Plus Regional Surabaya  Totok Widianto dan Legowo, dan mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, yakni penerima beasiswa dan tidak.
b) Library Reseach Penelusuran data dengan menggunakan buku yang ada diperpustakaan digunakan untuk mencari landasan-landasan teori, tentang unsur-unsur penelitian ini.
4.  Tahap Tahap Penelitian
            Tahap tahap pemelitian yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah tahap penelitian secara umum yang terdir atas tahap pra lapangan, tahap pengerjaan lapangan tahap analisis data.
a.       Tahap Pralapangan
Tahap ini merupakan tahapan persiapan sebelum penelitian dilakukan, adapun langkah-langkahnya adalah:
1)  Menyusun Rancangan Penelitian
Dalam hal ini, peneliti terlebih dahulu menemukan permasalahan yang dijadikan objek penelitian. Setelah permasalahan ditemukan, peneliti membuat  Concept Note  yang kemudian disetujui oleh sekertaris jurusan hingga menyusun rancangan penelitian dalam bentuk proposal penelitian yang siap disajikan.
2)  Memilih Lapangan Penelitian
Setelah ditemukan permasalahan yang dijadikan objek penelitian dan sebelum peneliti membuat  Concept Note, yang dilakukan peneliti menemukan lapangan penelitian. Dalam hal ini, timbul ketertarikan dalam diri peneliti untuk menjadikan PT. Djarum sebagai lokasi penelitian, yakni dikantor pusat pemasaran Djarum Regional Surabaya yang ada di Jln. Kedung Doro no 34. Selain karena lokasi ini dirasa representative, PT. Djarum memiliki perbedaan dalam menjalankan kegiatan CSR nya dengan perusahaan lain sehingga layak untuk diteliti.
3)  Mengurus Perijinan
Setelah proposal penelitian diujikan, peneliti meminta surat izin penelitian kepada dekan Fakultas Dakwah untuk kemudian diserahkan kepada informan dari PT. Djarum yang telah dituju.
4)  Menyiapkan perlengkapan penelitian
Sebelum penelitian dilakukan, penulis mempersiapkan alat yang menunjang jalannya wawancara dan observasi di lapangan. Peneliti menyiapkan book note, tape recorder, kamera, dll agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.
b. Tahap Pengerjaan Lapangan
Sebelum melakukan wawancara lapangan, penulis melakukan observasi lapangan terlebih dahulu yakni memahami latar penelitian dan persiapan diri, meliputi:
Melakukan pendekatan kepada informan dalam penelitian serta melakukan  pengamatan secara langsung seputar data.
1. Membuat pedoman wawancara seputar hal-hal yang ingin diteliti.
2. Berperan sambil Mengumpulkan data sebanyak-banyaknya yang valid dan peneliti mewawancarai informan mengenai Strategi yang digunakan PT. Djarum dalam implementasi program CSR Djarum Beasiswa Plus.
Setelah tahap lapangan selesai penulis membuat dan menyusun laporan yang berisi kegiatan yang telah dilakukan dalam bentuk tulisan.
b.      Tahap Analisis Data
Tahap ini berarti analisa data hanaya dilakukan setelah semua data terkumpul mulai dari observasi awal, wawancara awal, wawancara lanjutan, kroscek data, kesimpulan hasil wawancara, pendokumentasian hingga kroscek data lanjutan. Melainkan analisa data ini dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan,selama di PT. Djarum dan setelah selsai dilapangan. Dengan kata lain telah mulai sejak peneliti merumuskan dan menjelaskan masalah dan berlangsung terus hingga penulisan laporan hasil penelitian. Observasi  Terlibat (partisipatory observation).
3.2          Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dipergunakan peneliti untuk memperoleh data kualitatif adalah observasi secara langsung, wawancara secara mendalam dan observasi.
Penjelasanya yakni sebagai berikut :
a.                   Wawancara mendalam (Depth Interview)
Wawancara mendalam adalah suatu telam teknik dimana seorang narasumber atau kelompok narasumber mengkomunikasikan bahan-bahan dan mendorong untuk didiskusikan secara bebas. Wawancara mendalam dapat dilakukan melalui telepon. Lewat wawancara tersruktur dengan bantuan kuisioner, hal ini tidak terungkap. Setelah mengadakan wawacara mendalam terhadap informan. Selain wawancara tapi berkali kali dan  tapi juga melakukan observasi langsung atau terlibat langsung di program CSR Djarum Beasiswa Plus, sehingga akan lebih mudah bagi peneliti mendaptkan data yang akurat mengenai strategi yag telah dilakukan oleh PT. Djarum.
Wawancara dilakukan dengan Primadi H. Serad sebagai Direktur Program Bakti Pendidikan  Djarum Foundation, Legowo Kadri sebagai Corporate Communication PT. Djarum RSO Surabaya (Indonesia Timur), Totok Widjayanto sebagai Pengasuh Beswan Djarum RSO Surabaya (Indonesia Timur) dan 5 Beswan djarum UIN Sunan Ampel Surabaya dan 5 mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya yang pernah mengikuti  Open Reqruitment  Djarum Beasiswa Plus diambil secara random.
b.  Observasi  Terlibat (Partisipatory Observation)
Sebagai metode ilmiah observasi ini bisa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis tentang fenomena fenomena yang diselidiki. Hal ini sangat mudah dilakukan peneliti, karena peneliti sendiri adalah seorang Beswan Djarum, yakni Mahasiswi yang tergabung dalam program Djarum Beasiswa Plus, sehingga selama satu 1 peneliti terlibat langsung di implementasi program tersebut.
a)      Dokumentasi
Dokumentasi merupakan data historis yang berisi data social dan fakta dokumentasi, peneliti mengumpulkan data visual berupa foto-foto.



BAB 4
PEMBAHASAN
4.1 Sistem Informasi Manufaktur pada PT Gudang Garam Tbk.
Manufaktur, dalam arti yang paling luas, adalah proses merubah bahan baku menjadi produk. Proses ini meliputi:perancangan produk, pemilihan material dan tahap‐tahap prosesdimana produk tersebut dibuat. Definisi manufaktur secara umum adalah suatu aktifitas yang kompleks yang melibatkan berbagai variasi sumberdaya dan aktifitas perancangan produk, pembelian, pemasaran, mesin dan perkakas, manufacturing, penjualan, perancangan proses, production control, pengiriman material, support service, dan customer service.
Sistem Informasi Manufaktur adalah suatu sistem berbasis komputer yang bekerja dalam hubungannya dengan sistem informasi fungsional lainnya untuk mendukung manajemen perusahaan dalam pemecahan masalah yang berhubungan dengan manufaktur produk perusahaan yang pada dasarnya tetap bertumpu pada input, proses dan output. Sistem ini digunakan untuk mendukung fungsi produksi yang meliputi seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa. Ruang lingkup sistem informasi manufaktur meliputi Sistem perencanaan manufaktur, Rencana produksi, Rencana tenaga kerja, Rencana kebutuhan bahan baku dan Sistem pengendalian manufaktur.

4.2  Manfaat Sistem Informasi Manufaktur
Manfaat digunakannya sistem informasi manufaktur di dalam perusahaan adalah sebagai berikut :
1.      Hasil produksi perusahaan lebih cepat dan tepat waktu karena sistem informasi manufaktur menggunakan komputer sebagai alat prosesnya.
2.      Perusahaan lebih cepat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.
3.      Arsip lebih terstruktur karena menggunakan sistem database
4.      Sistem informasi manufaktur yang berupa fisik robotik, hasil produksi semakin cepat, tepat dan berkurangnya jumlah sisa bahan yang tidak terpakai.
4.3    MODEL SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
4.3.1        Input Data/Informasi
Input data berupa data internal dan data eksternal, data internal merupakan data intern sistemkeseluruhan yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Data ini meliputi sumber daya manusia (SDM), material, mesin, dan hal lainnya yang mendukung proses secara keseluruhan seperti transportasi, spesifikasi kualitas material, frekuensi perawatan, dan lain‐lain.
Data Eksternal perusahaan merupakan data yang berasal dari luar perusahaan (environment) yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna untuk perhitungan cost dalam manufaktur mulai dari awal hingga akhir proses.. Contoh data eksternal adalah data pemasok (supplier), kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik, dll.




Sub sistem input terdiri dari :

A.    Sistem informasi akuntansi
Mengumpulkan data intern yang menjelaskan operasi manufaktur dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi perusahaan dengan pemasok. Sebagai contoh, pegawai produksi memasukan data ke dalam terminal dengaN menggunakan kombinasi media yang dapat dibaca mesin dan keyboard. Media berbentuk dokumen dengan bar code yang dapat dibaca secara optik atau dengan tanda pensil yang dapat dibaca secara optik, dan kartu plastik dengan garis‐garis catatan yang dapat dibaca secara magnetis. Setelah dibaca data tersebut ditransmisikan kekomputer pusat untuk memperbarui database.
A.    Sub sistem industrial engineering (IE)
Industrial Engineering merupakan analisis sistem yang terlatih khusus yang mempelajari operasi manufaktur dan membuat saran‐saran perbaikan. Industrial engineering terdiri dari proyek‐proyek pengumpulan data khusus dari dalam perusahaan yang menetapkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk suatu produksi.
B.     Sub sistem intelijen manufaktur
Subsistem intelijen manufaktur berfungsi agar manajemen manufaktur tetap mengetahui perkembangan terakhir mengenai sumber‐sumber pekerja, material dan mesin. Adapun yang termasuk dalam sub sistem intelijen manufaktur adalah :
1.      Informasi pekerja, manajemen manufaktur harus memperhatikan serikat pekerja yang mengorganisasikan para pekerja perusahaan. Baik dalam sistem kontrak, tak berjangka maupun borongan.
2.      Sistem formal, manajemen manufaktur memulai arus informasi pekerja dengan menyiapkan permintaan pekerja yang dikirimkan ke departemen sumber daya manusia dan data dari berbagai elemen lingkungan yang menghubungkan kepada pihak pelamar.
3.      Sistem informal, arus informasi antar pekerja dan manajemen manufaktur sebagaian besar bersifat informal arus itu berupa kontak harian antara pekerja dan manajer mereka.
Kegiatan‐kegiatan yang terjadi di dalam intelijen manufaktur
·         Pengumpulan (pendokumentasian) data dari lingkungan
·         Pengujian data,
·         Pemeliharaan data, untuk menjamin akurasi dan kemutakhiran data.
·         Keamanan data, untuk menghindari kerusakan serta penyalah gunaan data.
4.3.2        Pengambilan data dalam bentuk laporan, untuk memudahkan pengolahan data yang lain. Komputer Sebagai Bagian Dari Sistem Fisik
Sistem informasi manufaktur menggunakan komputer baik secara konseptual maupun sebagai suatu elemen dalam sistem produksi fisik. Adapun yang termasuk dalam komputer sebagai bagian dari sistem fisik adalah :
A.       Computer Aided Design (CAD)
Program komputer untuk menggambar suatu produk atau bagian dari suatu produk yang ingin digambarkan bisa diwakili oleh garis‐garis maupun simbol‐simbol yang memiliki makna tertentu. CAD bisa berupa gambar 2 dimensi dan gambar 3 dimensi. CAD yang lebih sering disebut Computer Aided Engineering (CAE), melibatkan penggunaan komputer untuk membantu rancangan produk yang dimanufaktur. CAD digunakan untuk merancang segala sesuatu dari struktur rumit seperti bangunan dan jembatan hingga bagian‐bagian kecil, memperbaiki gambar dengan menghaluskan garis. Setelah rancangan itu dimasukkan kedalam komputer, engineer dapat menempatkan rancangan itu pada berbagai pengujian untuk mendeteksi titik‐titik lemah, CAD bahkan dapat membuat bagian‐bagian tersebut bergerak seperti sedang digunakan. Ketika rancangan itu selesai, perangkat lunak CAD dapat mempersiapkan spesifikasi rinci yang diperlukan untuk memproduksi produk itu yang disimpan dalam database rancangan. CAD telah berevolusi dan terintegrasi dengan perangkat lunak CAE dan Integrasi itu dimungkinkan karena perangkat lunak CAD saat ini kebanyakan merupakan aplikasi gambar 3 dimensi atau biasa disebut solid modelling yang memungkinkan memvisualisasikan komponen dan rakitan yang kita buat secara realistik dan mempunyai properti seperti massa, volume, pusat gravitasi , luas permukaan dll.Contoh Pro/ENGINEER, AutoCAD, Solid Works, Catia, Unigraphics, ProgeCAD, dan ZWCAD.
A.    Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. (beRrt A. Leitch/K. Roscoe Davis, 1983)
Setiap sistem informasi menyajikan tiga pokok: 1) pengumpulan dan pemasukan data, 2) penyimpanan dan pengambilan kembali (retrieval) data, dan 3) penerapan data, dalam hal sistem informasi terkomputer termasuk penayangan (display) (Lynch, LG. 1977). Menurut O’Brien (2005) Sistem Informasi manajemen merupakan kombinasi yang teratur antara people, hardware, software, network dan data resources (kelima unsur ini disebut komponen sistem informasi) yang mengumpulkan, merubah dan menyebarkan informasi dalam organisasi seperti pada gambar 1.
Gambar 1. Komponen Sistem Informasi

a.      Manufacturing Resource Planning (MRP II)
Evolusi dari Material Requirements Planning (MRP I), yang melingkupi faktor tambahan seperti perencanaan jangka panjang, master schedulling, rough cut capacity planning dan shoop floor control. MRP I telah memasukan unsur pengawasan dan pelaporan. Setelah MRP I perusahaan menyadari bahwa banyak hal yang harus dipadukan antara lain keuangan, peramalan, sales order, analisis penjualan, distribusi, quality control serta sistem pelaporan dan pengawasan lebih lanjut. Hal ini kemudian dikenal dengan konsep ERP (Enterprise Resources Planning).
Gambar 2. ERP(Enterprise Resources Planning)

1 ERP Akan Lebih Mendukung Customer Service
Sesuai dengan konsep ‘Customer is King’, maka industri manufaktur tidak cukup hanya untuk menghasilkan produk-produk dengan harga murah yang bermutu tinggi. Suatu industri seharusnya juga memberikan nilai tambah dalam bentuk Customer Service. Meskipun dua produk mempunyai mutu dan harga yang sama, konsumen akan lebih memilih untuk membeli produk dari perusahaan yang dapat memberikan customer service yang lebih baik. Untuk memenuhi tuntutan yang tercantum diatas, ERP tidak hanya harus lebih bersifat Customer-oriented, tetapi seharusnya juga dapat melakukan perencanaan produksi berdasarkan supply-chain (jalinan suplai) yang melibatkan input dari konsumen sekaligus dari pemasok. Dalam hal ini, baik pemasok internal perusahaan maupun pemasok dari luar. Beberapa konsep yang telah diterapkan oleh beberapa vendor ERP antara lain Sales Force Automation, Sales Order Configuration, Customer Care, Advance Planning & Scheduling dan Help Desk.



BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1  Kesimpulan
1. Dengan peningkatan penjualan, berarti perusahaan telah berhasil menerapkan suatu proses yang efisien. Proses ini diawali oleh tingkat akurasi data yang dikendalikan oleh ERP. Hal serupa dapat terlihat pada ketepatan waktu pada pengiriman, penggunaan laporan internal yang standar dan rata-rata kesalahan yang ditimbulkan oleh karyawan. Penerapan ERP pada suatu perusahaan harus menjadi kebijakan strategik pada tingkat top management dan didukung penuh oleh setiap unsur yang ada dalam perusahaan.Indikator-indikator tersebut telah membuktikan bahwa ERP mengarahkan proses pada hal tersebut.
5.2  Saran
PT. Gudang garam Tbk. harus lebih mengembangkan CRM sebagai core competency di bagian penjualan. CRM ini juga seharusnya terkait erat dengan sistem ERP yang telah ada. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan untuk meningkatkan customer satisfation level. Penerapan pada semua divisi ini perlu, untuk lebih meningkatkan efisiensi perusahaan sebagai nilai tambah.



DAFTAR PUSTAKA
lib.ui.ac.id/file?file=digital/20350970-TA-Rika%20Agustiana.pdf jam 15:30 tanggal 19/01/2017
profit.is.unikom.ac.id/jurnal/analisa-management-strategy.r/6-iyan-gustiana.pdf jam 21:26 20/01/2017
https://id.wikipedia.org/wiki/Gudang_Garam jam 21:28 20/01/2017
Aladwani, A.M., 2001, “Change Management Strategies For Succsessful ERP
Implementation”, Business Process Management Journal, Vol.7 no.3 pp. 266-275.
Baheshti, H.M., 2006, “What Manager Should Know About ERP/ERP II”
Management Research New Vol.29 No.4, pp. 184-193.
Bradford, M., and Florin, J., 2003, “Examining the Role of Inovation Diffusion
Factors on the Implementation Success of Enterprise Resources Planning Systems”, International Journal of accounting Information System 4 pp. 205 – 225.
Lynch, LG. 1977. Input Methods And Facilities Available For Land Survey
Data. Dalam A.W moore & S.W.Bie. Uses of Soil Information Systems. Center for Agric. Publ. And Documentation. Wageningen 103 h.